Kepulauan Riau

Indonesia siapkan pilot project transisi energi saat Presidensi G20

Jakarta (BATAMBicara) – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan bahwa transisi energi menjadi salah satu pilot project atau proyek percontohan yang dibawa Indonesia saat memimpin Presidensi G20.

<p>“Transisi energi menjadi salah salah satu yang akan djadikan <i>pilot</i> <i>project </i>atau <i>light house.</i> Kita harus siapkan paket bagaimana me-<i>retire</i>-kan PLTU,” kata Menko Airlangga saat menjadi narasumber pada acara Kompas 100 CEO Forum ke-12 secara daring, Kamis.</p>    <p>Menko Airlangga menyampaikan untuk melakukan pensiun dini pada PLTU dibutuhkan remunerasi premium yang kini tengah dibahas dengan Asian Development Bank (ADB).<br />   </p>    <p>“Dimana <i>case</i> PLTU di-<i>retire </i>dan <i>funding</i> masuk menggantikan Internal Rate of Return (IRR) sisanya. Karena kalau usia tinggal berapa, <i>retire</i> minimal berapa, kalau di <i>funding</i> maka dipakai untuk investasi <i>renewable</i> dan diharapkan Indonesia bisa buat prototipe” ujar Airlangga.</p>    <p>Jika prototipe tersebut berhasil, lanjutnya, maka akan dilanjutkan dengan replikasi menjadi model <i>suistainable payment </i>khususnya untuk transisi energi.</p>    <p>Airlangga menjelaskan bahwa input utama dari daya saing ekonomi Indonesia adalah energi. Kemudian,selama ini energy mix Indonesia, <i>base load</i> atau beban dasarnya disediakan oleh PLTU. Sehingga kalau tidak lagi menggunakan PLTU, maka <i>base load</i>-nya bisa disediakan melalui hydro power. Namun kondisi saat ini belum memungkinkan bagi pemerintah untuk membanguna <i>hydro</i> <i>hydro</i> di Pulau Jawa.<br />   </p>    <p>“<i>Demand </i>terbesar di Jawa, kalau kita bangun <i>hydro</i> <i>hydro </i>di Kalimantan Utara atau Mambaro jauh dari Jawa. Sehingga yang perlu dilakukan harus membuat penyangga untuk itu yang salah satunya membangun jaringan transmis,” jelas dia.</p>    <p>Lebih lanjut Airlangga menyampaikan hasil forum Conference of the Parties (COP) ke-26 di Glasglow, Skotlandia, memberikan tiga isu penting. Yakni mencegah kenaikan suhu bumi tidak melewati batas 1-1,5 derajat pada komitmen Paris, lalu istilah PLTU yang diubah dari face out (menghapuskan) menjadi face down (mengurangi). Serta, <i>funding availability </i>atau ketersediaan dana untuk negera berkembang yang dijanjikan sebesar 100 miliar dolar AS per tahun.</p>            <p>© 2021 ANTARA

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button