Kepulauan Riau

Kejari Bintan: Pengguna narkotika jalani rehabilitasi

Tanjungpinang (BATAMBicara) – Kejaksaan Negeri Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau mengupayakan pengguna narkotika tidak sampai dituntut di pengadilan, melainkan menjalani rehabilitasi sosial.

Kepala Kejari Bintan I Wayan Riana, di Bintan, Sabtu, mengatakan, “restorasi justice” terkait pengguna narkotika dilakukan lantaran jumlahnya sekitar 60-70 persen dari total kasus pidana umum. Kebijakan itu berdasarkan Pedoman Jaksa Agung Nomor 18/2021.

Kewajiban rehabilitasi juga dituangkan dalam UU Nomor 35/2009 tentang Narkotika.

“Dalam setiap bulan itu proses hukum terhadap kasus pidana umum sekitar 10 kasus, 60-70 di antaranya itu kasus narkotika,” katanya.

Wayan menambahkan kebijakan untuk merehabilitasi pengguna narkotika juga bertujuan menyelamatkan mereka agar hidup semakin baik, dan tidak lagi mengonsumsi narkotika. Program rehabilitasi sosial nantinya akan melibatkan pihak pesantren.

Pengguna narkotika diharapkan dapat meningkatkan iman dan taqwanya selama menjalani program rehabilitasi.

“Secara medis mereka diobati, dan akan diperkuat mentalnya di pesantren agar dapat menjalani kehidupan dengan baik,” ucapnya.

Menurut dia, program rehabilitasi sosial terhadap pengguna narkotika jauh lebih baik daripada memenjarakan mereka. Berdasarkan catatan kasus sebelumnya, kehidupan pengguna narkotika tidak semakin baik setelah menjalani hukuman di penjara.

“Ada pengguna narkotika yang menjadi pengedar narkotika setelah menjalani hukuman penjara. Ini yang tidak kita inginkan karena mereka punya masa depan,” ujarnya.

Wayan menjelaskan tidak semua orang-orang yang terlibat dalam narkotika ditetapkan sebagai pengguna. Berdasarkan Pedoman Jaksa Agung 18/2021, syarat rehabilitasi pecandu narkoba yakni tersangka dinyatakan positif menggunakan narkotika berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium forensik. Tersangka juga tidak terlibat jaringan peredaran gelap narkotika dan merupakan pengguna terakhir.

Kemudian tersangka ditangkap atau tertangkap tangan tanpa barang bukti narkotika atau dengan barang bukti narkotika yang tidak melebihi jumlah pemakaian 1 hari. Tersangka juga dikualifikasikan sebagai pecandu narkotika, korban penyalahguna narkotika, atau penyalahguna narkotika berdasarkan hasil asesmen terpadu.

Tersangka belum pernah menjalani rehabilitasi atau telah menjalani rehabilitasi tidak lebih dari dua kali yang didukung dengan surat keterangan yang dikeluarkan oleh pejabat atau lembaga yang berwenang. Adanya surat jaminan tersangka menjalani rehabilitasi melalui proses hukum dari keluarga atau walinya.

 

© 2021 ANTARA

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button