Kepulauan Riau

Kepri antisipasi stok sembako jelang Natal dan Tahun Baru

Tanjungpinang (BATAMBicara) – Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Ansar Ahmad mengatakan pihaknya mengantisipasi stok kebutuhan sembako masyarakat menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru, karena hal itu berpengaruh pada lonjakan harga yang akan berakibat pada inflasi.

“Momen seperti ini sangat berkolerasi dengan meningkatnya konsumsi masyarakat. Jangan sampai ketersediaan pangan justru terganggu,” kata Gubernur Ansar Ahmad di Tanjungpinang, Jumat.

Ansar mengatakan permasalahan ketersediaan pangan di Kepri sangat dipengaruhi faktor eksternal. Apalagi daerah setempat bukan daerah penghasil utama komoditi pangan. Sebagian kebutuhan pangan masyarakat dipasok dan didatangkan dari luar daerah.

Kondisi ini juga masih dipengaruhi adanya siklus musim angin utara dan juga potensi curah hujan tinggi yang akan mempengaruhi penurunan produksi sayur mayur yang sebagian dihasilkan petani lokal Kepri.

“Makanya saya memandang perlu adanya sinergi mengantisipasi hal tersebut, agar permasalahan terkait ketersediaan pasokan, keterjangkauan harga, dan kelancaran distribusi tidak sampai berimbas pada inflasi yang tak terkendali bisa diantisipasi,” ujarnya.

Gubernur juga menyinggung kinerja perekonomian Kepri triwulan II tahun 2021 yang mengalami perbaikan signifikan, jika dibandingkan triwulan sebelumnya, kinerja perekonomian Kepri naik sebesar 6,90 persen.

Tumbuhnya perekonomian Kepri, katanya, karena ada pelonggaran mobilitas masyarakat dengan penerapan prokes ketat dan stimulus pemerintah dalam rangka pemulihan ekonomi nasional.

“Ditambah dengan peningkatan konsumsi masyarakat dan juga meningkatkan permintaan ekspor,” ungkapnya.

Begitu juga dengan inflasi yang cenderung rendah dan stabil, di mana per bulan Oktober 2021 kemarin, secara month to month ada di kisaran 2,23 persen jika dibanding bulan yang sama tahun 2020.

“Capaian ini harus bisa terus dipertahankan. Karena menjelang momen Natal dan Tahun Baru biasanya ada kecenderungan meningkat,” ucapnya .

Gubernur Ansar juga meminta kepada bupati dan wali kota selaku ketua TPID kabupaten/kota terus melaksanakan upaya pengendalian inflasi jangka pendek dan mengantisipasi lonjakan melajunya inflasi pada akhir tahun nanti, antara lain  selalu memantau stok dan pasokan pangan, termasuk bahan pokok strategis di pasar ritel dan moderen.

Selain itu, kata dia, keamanan produk pangan segar juga harus dijaga, serta mengawasi pelaku usaha tidak menaikkan harga sembarangan.

Mantan Anggota DPR RI itu turut menginstruksikan koordinasi dengan pemangku kepentingan terkait kesiapan moda angkutan laut dan udara, kelancaran distribusi, termasuk melakukan komunikasi efektif melalui media cetak dan elektronik, hingga mengantisipasi dampak fenomena La Nina.

“Dengan demikian, kita bisa bersama-sama mengantisipasi ketersediaan bahan pokok dan pengendalian inflasi. Khususnya, menjelang Natal dan Tahun Baru dan masuknya musim angin utara,” kata Gubernur Ansar.

© 2021 ANTARA

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button