BATAMBicara
146 ribu UMKM aktif butuh modal dan pembinaan

146 ribu UMKM aktif butuh modal dan pembinaan

Tanjungpinang (BATAMBicara) – Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Wahyu Wahyudin menyampaikan terdapat 146 ribu UMKM aktif di daerah itu yang membutuhkan modal dan pembinaan dalam menjalankan usahanya apalagi di tengah sulitnye ekonomi imbas pandemi COVID-19.

“UMKM Kepri didominasi skala kecil dan menengah. Kalau skala besar, hanya sekitar satu persen,” kata Wahyudin di Tanjungpinang, Rabu.

Menurutnya jumlah UMKM Kepri 2021 mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya. Kendati jumlah sebanyak 146 ribu UMKM itu dinilai masih kecil, jika dibanding jumlah penduduk Kepri sekitar dua juta jiwa.

Meningkatnya jumlah pelaku UMKM, katanya, dipengaruhi angka pengangguran akibat COVID-19, sehingga sebagian dari masyarakat memilih menjadi pedagang UMKM.

“Nah, yang baru-baru jadi pedagang UMKM itu pasti butuh modal. Tentu harus diiringi dengan keterampilan memadai,” ujarnya.

Wahyudin pun mendorong agar pemerintah daerah provinsi maupun kabupaten/kota melalui dinas terkait fokus melaksanakan pelatihan terhadap pelaku UMKM guna meningkat kapasitas mereka.

Dikatakannya pelaku UMKM tidak hanya terkendala modal, namun masih banyak yang belum cakap dalam urusan manajemen bisnis. Mulai dari produk yang ditawarkan, kemasan hingga pemasaran.

“Fokus pembinaan harus dilakukan agar UMKM bisa berkembang. Kalau perlu pelatihan dilakukan sebulan, jangan cuma dua atau tiga hari, tak akan efektif,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Wahyudin turut mengapresiasi program pinjaman lunak tanpa bunga yang diinisiasi Pemprov Kepri bekerjasama dengan Bank Riau Kepri, khususnya dalam membantu pelaku UMKM yang terdampak COVID-19.

“Program itu sangat bagus bagi meringankan beban UMKM. Cuma, belum menyasar semua pelaku UMKM, makanya kita dorong terus supaya ini bisa ditingkatkan,” ucap Wahyudin.

 

© 2021 ANTARA

Redaksi Batam Bicara

Komentari Berita

Most popular

Most discussed