BATAMBicara
Pemprov Kepri  targetkan 40 persen serapan APBD pada Juni 2021

Pemprov Kepri targetkan 40 persen serapan APBD pada Juni 2021

Tanjungpinang (BATAMBicara) – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menargetkan serapan anggaran hingga akhir Juni 2021 sebesar 40 persen dari total APBD 2021 sebesar Rp3,96 triliun.

<p>Sekdaprov Kepri TS Arif Fadillah menyatakan hingga Mei 2021, serapan anggaran di daerah itu masih rendah atau di level kuning, yakni sebesar 19 persen.<br />  <br />  Pihaknya terus mendesak percepatan belanja pemerintah daerah guna mendorong denyut perekonomian masyarakat di tengah pandemi COVID-19.</p>    <p>"Kami terus mendorong OPD segera merealisasikan belanja fisik agar ekonomi menggeliat," kata Arif di Tanjungpinang, Kamis (3/6).<br />  <br />  Arif juga memastikan pihaknya tidak menahan dana APBD di bank untuk mendapatkan bunga sekaligus menambah pendapatan asli daerah (PAD).</p>    <p>"Uang (APBD) kita tak banyak. Jadi tak ada yang disimpan di bank," ujarnyan</p>    <p>Secara terpisah, Dirjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri Mochamad Ardian menyoroti serapan anggaran APBD di triwulan II 2021 yang masih belum optimal.</p>    <p>Ardian menyampaikan secara kumulatif angka realisasi APBD berada di angka 22 persen, masih di bawah realisasi APBN yang kini angkanya telah melebihi 32 persen.</p>    <p>Dia mencurigai salah satu faktor penyebab rendahnya serapan APBD di triwulan II, karena ada indikasi uang kas yang tersimpan di bank diorientasikan sebagai tambahan PAD yang berasal dari bunga perbankan.</p>    <p>“Mengingat terkontraksinya sisi pajak dan retribusi daerah, juga ditenggarai menjadi penyebab rendahnya realisasi belanja di daerah,” katanya dalam keterangan tertulis, Senin (31/5).</p>    <p>Selain itu, lanjutnya, faktor lain yang membuat serapan anggaran APBD kurang maksimal dipengaruhi oleh kegiatan fisik yang dianggarkan pada OPD.</p>    <p>Seperti Dinas Pekerjaan Umum dan dinas lainnya, yang pelaksanaannya masih menunggu selesainya kegiatan perencanaan atau Detail Engineering Design (DED).</p>    <p>“Sehingga kegiatan kontraktual belum dapat dilaksanakan, termasuk kegiatan yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK),” jelasnya.</p>            <p>© 2021 ANTARA

Redaksi Batam Bicara

Komentari Berita

Most popular

Most discussed