BATAMBicara
Jembatan Batam-Bintan akan dongkrak pertumbuhan ekonomi

Jembatan Batam-Bintan akan dongkrak pertumbuhan ekonomi

Jakarta (BATAMBicara) – Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengatakan realisasi pembangunan Jembatan Batam-Bintan akan mendongkrak pertumbuhan ekonomi di sekitar kawasan industri tersebut dan meningkatkan kesejahteraan di Provinsi Kepulauan Riau.

<p>Moeldoko saat meninjau lokasi proyek Jembatan Batam-Bintan di Batam, Jumat, mengatakan proyek infrastruktur tersebut juga telah menjadi Proyek Strategis Nasional (PSN) sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024.</p>    <p>Maka itu, pembangunan jembatan yang berlokasi di Provinsi Kepulauan Riau ini akan mendapatkan kemudahan dan fasilitas.</p>    <p>“Maka saya mengajak semua pihak untuk berpikir jauh ke depan, agar nantinya Jembatan Batam-Bintan dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, pengembangan wilayah, dan yang paling penting untuk kesejahteraan masyarakat di Batam dan Bintan serta Kepulauan Riau pada umumnya,” kata dia melalui keterangan tertulis.</p>    <p>Sesuai mandat dari Presiden, ujar Moeldoko, Kantor Staf Presiden (KSP) akan memastikan pembangunan Jembatan Batam-Bintan berjalan lancar. Apabila terdapat kendala-kendala, KSP akan menyelesaikannya secara cepat dan tepat.<br />  <br />  “Pada intinya, pemerintah akan melakukan segala upaya untuk percepatan pembangunan, sehingga Jembatan Batam-Bintan dapat segera dibangun dan beroperasi serta memberikan dampak positif bagi masyarakat,” ujarnya.</p>    <p>Untuk mempercepat pembangunan, Moeldoko meminta Kementerian PUPR bersama Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Pemprov Kepri) untuk menyiapkan segala perencanaan dengan baik, terutama soal percepatan perizinan dan pembebasan lahan.</p>    <p>“Karena ini adalah bentuk sinergi antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, dan badan usaha,” kata Moeldoko.</p>    <p>Moeldoko juga mendorong kerja sama badan usaha, baik BUMN maupun swasta, untuk mengundang investor berpartisipasi dalam lelang Kerja Sama Pemerintah-Badan Usaha (KPBU) Jembatan Batam-Bintan yang akan dilakukan oleh pemerintah dalam waktu dekat ini.</p>    <p>Jembatan Batam-Bintan direncanakan memiliki panjang 14,76 kilometer. Proyek ini akan menelan investasi Rp13,66 triliun dengan biaya konstruksi Rp9,78 triliun.</p>    <p>Kementerian PUPR telah melakukan penjajakan minat pasar (market sounding) untuk menjaring calon investor KPBU Proyek Jembatan Batam-Bintan pada 30 April 2020 dan 6 Mei 2021. Saat ini, Kementerian PUPR sedang melakukan finalisasi <i>Final Business Case (FBC) </i>dan<i> Basic Design</i>.</p>    <p>Pemprov Kepri juga akan menyiapkan usulan penetapan lokasi (penlok) dan dokumen KA-ANDAL sebagai pihak yang akan melakukan pengadaan tanah dan pengurusan izin lingkungan.</p>    <p>Selain itu, dengan Kementerian PUPR, Pemprov Kepri sedang menyusun naskah Kesepakatan Bersama mengenai pembagian tanggung jawab dalam pembangunan Jembatan Batam-Bintan.</p>    <p>Adapun Kementerian PUPR telah menyiapkan dokumen usulan pembangunan Jembatan Batam-Bintan dalam Daftar Rencana Prioritas Pinjaman Luar Negeri (DRPPLN/Green Book) Tahun 2021 sebesar 300 juta dolar AS atau setara dengan Rp3,34 triliun untuk memberikan dukungan konstruksi guna meningkatkan kelayakan investasi bagi investor KPBU<br />  <br />  <br />   </p>            <p>© 2021 ANTARA

Redaksi Batam Bicara

Komentari Berita

Most popular

Most discussed