oleh

Perekonomian Anambas minus 7,83 persen

Anambas (BATAMBicara) – Gubernur Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Ansar Ahmad mengaku prihatin pertumbuhan ekonomi Kabupaten Anambas minus 7,83 persen pada tahun 2020 imbas dari pandemi COVID-19 yang memutuskan hubungan Anambas dengan dunia luar.

“Terhentinya ekspor ikan keluar negeri dan tutupnya tempat pariwisata, menjadi dua hal utama yang menyebabkan turunnya perekonomian Anambas,” kata Ansar saat melakukan kunjungan kerja ke Anambas, Senin.

Oleh karena itu, Ansar menyarankan ke depan fokus perhatian pemerintah daerah harus pada pemberdayaan ekonomi yang menaikkan daya beli masyarakat.

Konsumsi rumah tangga memberikan pengaruh yang kuat terhadap kontraksi peningkatan ekonomi.

“Ketika bicara peningkatan ekonomi, kita harus memperhatikan demand dan supply. Di sisi demand konsumsi rumah tangga masyarakat Anambas menyumbang di kisaran angka 12,6%, padahal secara rata-rata nasional ada di angka 40%, ini yang harus kita pacu dengan program padat karya,” ujar Ansar.

Menurutnya program stimulan bantuan UMKM dalam pencanangan pemulihan ekonomi nasional yang diluncurkan oleh pemerintah pusat harus sesuai dengan program yang ada di daerah guna memperkuat jaring pengaman sosial di masyarakat.

Selanjutnya upaya pemulihan ekonomi adalah dengan mempermudah investasi yang akan masuk ke Anambas.

Ansar menyambut baik peratuaran daerah (Perda) investasi yang akan dikeluarkan oleh Bupati Kepulauan Anambas, Abdul Haris. Tapi, ia mengingatkan dalam Perda tersebut harus pula menyertakan relaksasi-relaksasi kepada pelaku investasi.

Relaksasi yang paling penting adalah perizinan birokrasi yang baik. Kalau ada instansi vertikal yang berurusan dengan investasi, dia harapkan jangan sampai menyusahkan investor.

“Itu yang menciptakan teori gula dan semut. Jika kita bisa kasih gula yang bagus, maka semut akan berdatangan,” sebutnya.

Terlepas dari menurunnya perekonomian di Anambas, Ansar tetap mengapresiasi pulau terluar Indonesia itu berhasil menjadi salah satu zona hijau COVID-19, dari tiga kabupaten berstatus zona hijau di wilayah Kepri.

“COVID-19 akan selalu menjadi perhatian utama kita. Kepulauan Anambas jangan sampai ada gelombang kedua terjangkit virus ini, supaya langkah-langkah pemulihan ekonomi yang sudah disusun dapat berjalan maksimal,” katanya menegaskan.

 


Berita ini telah tayang di Antaranews
© 2021 ANTARA

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed