oleh

Hati-hati! Kesyirikan Dalam Masjid

BATAMBicara | Para pembaca yang dimuliakan Allah, kali ini kami akan membahas tentang masalah kesyirikan yang terjadi dalam masjid yang kadang kita temui di masyarakat, dan bagi orang yang awam akan masalah tauhid maka akan memandang remeh masalah ini, padahal Allah berfirman:

وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالًا بَعِيدًا

“Barangsiapa yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, maka sesungguhnya ia telah tersesat sejauh-jauhnya” (QS. An Nisa’: 116).

Di ayat yang lain Allah juga berfirman

وَلَوْ أَشْرَكُوا لَحَبِطَ عَنْهُمْ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

“Seandainya mereka mempersekutukan Allah, niscaya lenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka kerjakan.” (QS. Al An’am: 88).

Para pembaca yang dimuliakan Allah, sebelumya tulisan ini saya buat, dengan alasan kejadian beberapa bulan yang lalu di Pinrang (25 Rajab 1440 Hijriyah) kejadian itu berawal ketika saya hendak mengisi Khutbah Jum’at, bagi saya mesjid kali ini yang akan saya tempati khutbah termasuk besar dan banyak jamaahnya, cuman satu yang saya sedih melihatnya, singkat cerita waktu itu tinggal 15 menit masuk waktu khutbah Jum’at, tak lama kemudian datang seorang jamaah menghampiri Pak Imam, karena kebetulan saya dan Pak Imam duduk berdampingan, jamaah yang menghampiri Pak Imam ternyata membawa seekor anak ayam jantan, sebagai tolak bala, dengan cara berdoa yg aneh, satu tangannya diangkat untuk berdoa, dan satu lagi memegang jengger ayam (lali’ manu’ (bahasa bugis), dengan tujuan sedikit melukai agar ada darah yg keluar dari jenggernya, untung jamaah yg membawa ayam itu sudah siap dengan menutup lubang dubur ayam dengan jarinya, kalau tidak maka akan ada kotoran ayam di masjid.

Setelah melihat kejadian tersebut, perasaan saya sudah tidak bisa menerima kejadian tersebut, apalagi dilakukan dalam masjid dan pelakunya seorang Imam, maka dengan izin Allah saya merubah tema Khutbah Jum’at saya dengan tema bahaya kesyirikan, sekaligus setelah khutbah juga memimpin salat jum’at, yg selama ini saya jarang memimpin salat jum’at kalau mengisi khutbah jum’at, dan hasilnya setelah salat Pak Imamnya cepat keluar dan tanpa berbicara lagi sama saya karena marah, bagi saya nggak masalah, yang penting masyarakat memahami tentang masalah ini.

Para pembaca yang dimuliakan Allah, intinya ada dua hal yg kami titik beratkan dalam masalah ini.
1.Bahaya Kesyirikan berupa tumbal/sesajen darah
2.Larangan bermakmun/Salat di belakang pelaku kesyirikan.

Pada kesempatan ini kita akan sedikit membahasnya.

1.Bahaya Syirik berupa tumbal/sesajen darah

Allâh Azza wa Jalla berfirman:

إِنَّمَا حَرَّمَ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةَ وَالدَّمَ وَلَحْمَ الْخِنزيرِ وَمَا أُهِلَّ بِهِ لِغَيْرِ اللَّهِ

Sesungguhnya Allâh hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi, dan sembelihan yang dipersembahkan kepada selain Allâh [al-Baqarah/2:173]

Imam Ibnu Jarîr ath-Thabari rahimahullah berkata: “Artinya, sembelihan yang dipersembahkan kepada sesembahan (selain Allâh Azza wa Jalla) dan berhala, yang disebut nama selain-Nya (ketika disembelih), atau diperuntukkan kepada sembahan-sembahan selain-Nya”.

Dalam sebuah hadits shahih, dari ‘Ali bin Abi Thâlib Radhiyallahu anhu, Rasulullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Allâh melaknat orang yang menyembelih (berkurban) untuk selain-Nya”

Hadits ini menunjukkan ancaman besar bagi orang yang menyembelih (berkurban) untuk selain-Nya berupa laknat Allâh Subhanahu wa Ta’ala yaitu dijauhkan dari rahmat-Nya. Karena perbuatan ini termasuk dosa yang sangat besar, bahkan termasuk perbuatan syirik kepada Allâh Azza wa Jalla, sehingga pelakunya pantas untuk mandapatkan laknat Allâh Azza wa Jalla dan dijauhkan dari rahmat-Nya.

Intinya Allah sangat membenci yang namanya kesyirikan walaupun tumbalnya hanya seekor lalat, sebagaimana dalam sebuah riwayat.

Berikut kisah dua orang orang yang masuk neraka karena lalat dan masuk surga juga karena lalat,

عن طارق بن شهاب، أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: (دخل الجنة رجل في ذباب، ودخل النار رجل في ذباب) قالوا: وكيف ذلك يا رسول الله؟! قال: (مر رجلان على قوم لهم صنم لا يجوزه أحد حتى يقرب له شيئاً، فقالوا لأحدهما قرب قال: ليس عندي شيء أقرب قالوا له: قرب ولو ذباباً، فقرب ذباباً، فخلوا سبيله، فدخل النار، وقالوا للآخر: قرب، فقال: ما كنت لأقرب لأحد شيئاً دون الله عز وجل، فضربوا عنقه فدخل الجنة)

Dari Thariq bin Syihab, (beliau menceritakan) bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda, “Ada seorang lelaki yang masuk surga gara-gara seekor lalat dan ada pula lelaki lain yang masuk neraka gara-gara lalat.” Mereka (para sahabat) bertanya, “Bagaimana hal itu bisa terjadi wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Ada dua orang lelaki yang melewati suatu kaum yang memiliki berhala. Tidak ada seorangpun yang diperbolehkan melewati daerah itu melainkan dia harus berkorban (memberikan sesaji) sesuatu untuk berhala tersebut. Mereka pun mengatakan kepada salah satu di antara dua lelaki itu, “Berkorbanlah.” Ia pun menjawab, “Aku tidak punya apa-apa untuk dikorbankan.” Mereka mengatakan, “Berkorbanlah, walaupun hanya dengan seekor lalat.” Ia pun berkorban dengan seekor lalat, sehingga mereka pun memperbolehkan dia untuk lewat dan meneruskan perjalanan. Karena sebab itulah, ia masuk neraka. Mereka juga memerintahkan kepada orang yang satunya, “Berkorbanlah.” Ia menjawab, “Tidak pantas bagiku berkorban untuk sesuatu selain Allah ‘azza wa jalla.” Akhirnya, mereka pun memenggal lehernya. Karena itulah, ia masuk surga.(”Dikeluarkan oleh Ahmad dalam Az Zuhud hal. 15, dari Thoriq bin Syihab dari Salman Al Farisi radhiyallahu ‘anhu).

Intinya tidak ada alasan pada kejadian itu, bahwa yg dilakukan bukanlah kesyirikan, yang sangat disayangkan tumbalnya adalah ayam, mengeluarkan darahnya, dilakukan dalam masjid dan pelakunya adalah seorang imam masjid.

2.Larangan bermakmun/salat di belakang prlaku kesyirikan.

Baca selanjutnya…..

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed