oleh

BNPT Telusuri Seorang Janda Militan Pelaku Bom Bunuh Diri di Filipina, Apakah WNI?

BATAMBicara | Filipina – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) RI, akan telusuri jaringan pelaku bom bunuh diri di Filipina. Diduga ‘Nanah’ seorang janda militan, apakah berasal dari Indonesia, sebagai pelaku bom diri tersebut?

Melansir BBC News, BNPT menyatakan akan menelusuri lebih jauh jaringan pelaku di Filipina selatan, di tengah langkah pemerintah setempat yang tengah menyelidiki apakah salah seorang pelakunya adalah perempuan Indonesia.

Kepala staf angkatan darat Filipina, Jenderal Cirilito Sobejana menyebut, dua pengebom bunuh diri yangmenewaskan setidaknya 15 orang serta 75 lainnya terluka, yang terjadi pada hari Senin (24/08) adalah dua janda milisi kelompok Abu Sayyaf.

Sobejana juga menyebut nama dua janda itu sebagai Nanah dan Inda Nay. Dalam pesannya tertulis kepada wartawan, Sobejana mengatakan, Nanah adalah istri Norman Lasuca, dan Inda Nay adalah istri Talha Jumsah, keduanya anggota kelompok Abu Sayyaf.

Pemerintah setempat juga bekerjasama dengan intelijen enam negara ASEAN, dalam hal ini masih menyelidiki apakah Nanah adalah warga negara Indonesia.

Kepala BNPT, Boy Rafli Amar, mengatakan, belum dapat memperkirakan jumlah warga Indonesia yang terlibat dalam kelompok radikal Abu Sayyaf di Filipina. Namun ia menekankan kerjasama intelijen enam negara ASEAN di bidang intelijen dengan Filipina, Malaysia, Brunei Darussalam, Thailand dan Singapura masih berjalan seperti biasa.

Kerjasama bidang intelijen untuk melawan terorisme berbasis radikalisme-ekstremisme agama di kawasan ASEAN ini diteken pasca peningkatan aktivitas teroris 2018 di Marawi, Filipina, yang sempat dikuasai oleh kelompok militan. “Jadi, kita saling sharing informasi berkaitan dengan jaringan teror, berbasis kekerasan, yang ada di wilayah masing-masing.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed