oleh

Hampir 20 Tahun Pasar Borong SeIayang Dikuasai Warga Asing, Kini Milik Warga Tempatan Malaysia

Batambicara.id (13/5/2020) | Malaysia – Dewan Perniagaan Minoriti (DPM) Malaysia menyambut baik keputusan Kementerian Wilayah Persekutuan, yang membebaskan Pasar Borong Selayang dari pengelola warga asing dan mengutamakan warga tempatan.

Menurut Setiausaha Agungnya, Menteri Mohd Zulkifli Abdul Fattah, Tan Sri Annuar Musa berhasil menyelesaikan isu dan sengketa pekerja asing di pasar tersebut yang berkisar sejak 20 tahun lalu.

Menurut Mohd Zulkifli, beberapa pengusaha muda di bagian Negeri Sembilan tersebut sudah memberikan peluang untuk mempekerjakan bagi warga sekitar atau tempatan, dan memudahkan bagi mereka yang tidak memiliki pekerjaan untuk mengelola pasar tersebut.

“Kami memberikan penghargaan kepada Annuar serta Dewan Bandaraya Kuala Lumpur (DBKL) yang sudah mengambil alih serta membebaskan Pasar Borong Selayang tersebut dari pengelolanya, yakni warga asing (bukan warga Malaysia) dan mengembalikannya kepada rakyat.

“Dari surat yang kami terima, imbauan tersebut mendapat sambutan dan membuktikan rakyat tempatan tidak memilih pekerjaan karena peluang pekerjaan mereka sebenarnya telah dirampas oleh warga asing.

“Warga asing yang pada mulanya bekerja sebagai pekerja harian lepas di pasar borong itu sudah memonopoli kawasan tersebut dalam jangka waktu singkat. Ini bermula dari pemilik kios yang mudah menyewakan kios mereka kepada warga asing dan mereka pemilik kios mendapat untung besar tanpa ada kegiatan berniaga”, katanya memberikan keterangan kepada media. Selasa (12/5/2020) kemarin.

Pekan lalu Annuar juga berkata, kementeriannya menerima laporan bahwa pekerja asing tersebut sudah mencapai angka 1000 orang lebih, ini baru di Pasar Borong, belum termasuk seluruh negeri di Malaysia. Dan ini harus segera dihentikan.

Menurutnya, Ia sendiri tidak menyangka kasus ini bisa merebak dikawasan tersebut, dan mereka sudah hampir menguasai pemukiman wilayah itu.

Saat ini akan diberlakukan Perintah Kawalan Pergerakan akan diperketat (PKPD) berikut juga pencegahan wabah Covid-19.

Menurut Mohd Zulkifli, pihaknya juga mendapati para tenaga pengamanan sudah dipersiapkan dikawasan pasar itu. Mereka mengutip uang keamanan terhadap warga asing yang berniaga dikawasan Pasar Borong tersebut.

“Ini akan memberikan peluang bagi warga asing untuk ‘besar kepala’ dan memupuk praktik menyuapan terhadap pejabat setempat.

Jika mereka bebas berniaga dikawasan itu, pasti ada oknum pejabat tertentu yang melindungi mereka”, jelasnya.

“Saat Kami sidak, Kami menemukan kartu UNHCR yang dipegang mereka selain PATI (Pendatang Asing Tanpa Izin) ini sudah ada permainan antara oknum pejabat tertentu”, sambungnya.

Ia juga berharap, DPM berinisiatif untuk melakukan tindakan dan melaporkannya kepada Kementerian Wilayah Persekutuan dan DBKL, agar kasus seperti ini tidak berlaku diwilayah bagian negeri Malaysia lainnya. (**)

Disadur dari laman MalaysiaGazette (skn/bb)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed