oleh

Sekelumit Kisah Penetapan 1 Juni Sebagai Hari Lahir Pancasila

Batambicara.id (1/6/2020) | Jakarta, Hari Lahir Pancasila yang disahkan Pemerintahan Presiden Joko Widodo pada tanggal 1 Juni dimana tiap tahunnya akan menjadi hari libur Nasional.

Keputusan Presiden tentang Hari Lahir Pancasila ini adalah: Pertama: menetapkan tanggal 1 Juni 1945 sebagai Hari Lahir Pancasila.

Kedua: tanggal 1 Juni merupakan hari libur nasional,” demikian bunyi diktum pertama dan kedua Keppres tersebut.

Keppres itu ditandatangani dan mulai berlaku pada tanggal yang sama, 1 Juni 2016. Namun, untuk realisasi 1 Juni sebagai hari libur nasional baru di implementasikan pada tahun berikutnya.

Dikutip dari laman Sekretariat Kabinet, penetapan Hari Lahir Pancasila diputuskan dengan menimbang sejumlah latar belakang. Salah satunya, Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara harus diketahui asal-usulnya oleh segenap bangsa dari waktu ke waktu.

Tujuannya, untuk melestarikan dan melanggengkan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari masyarakat dalam berbangsa dan bernegara.

Namun demikian penetapan hari lahir Pancasila ini memiliki berbagai polemik dan tanggapan berbeda dikarenakan teks Pancasila itu sendiri terjadi perubahan-perubahan mulai dari yang di cetuskan Muh Yamin 29 May 1945, Soekarno 1 Juni 1945, Piagam Jakarta 22Jun 1945 dan terakhir UUD 1945 pada 18 Agustus 1945 dimana Pancasila yang kita kenal Pancasila sekarang.

Dikutip dari harian Kompas Peringatan Hari Lahir Pancasila mengacu pada sejarah dicetuskannya Pancasila pada 1 Juni 1945 oleh Presiden pertama RI, Soekarno dan dalam sidang Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI).

Namun, hari bersejarah tersebut sempat menuai polemik pada era kepemimpinan Presiden Soeharto di masa Orde Baru.

Dikutip dari pemberitaan Harian Kompas, 10 Mei 1987, peringatan Hari Lahir Pancasila tidak rutin diperingati setiap tahun pada era Orde Baru itu.

Pemerintahan saat itu lebih memberikan perhatian pada peringatan Hari Kesaktian Pancasila setiap 1 Oktober sebagai pengingat gagalnya Gerakan 30 September/PKI (G30S PKI).

Hari Lahir Pancasila belum menjadi sebuah hari nasional. Bahkan, hari itu diperingati bukan sebagai Hari Lahir Pancasila, melainkan peringatan pidato Bung Karno 1 Juni 1945.

Di era Pemerintahan SBY, Megawati pernah mengusulkan untuk menetapkan 1 Juni sebagai hari lahir Pancasila dan dijadikan hali libur Nasional.

Presiden RI ke-5 Megawati Soekarnoputri mengusulkan agar 1 Juni kembali dijadikan sebagai hari nasional yang rutin diperingati setiap tahunnya.

Usulan itu disampaikan kepada Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang ketika itu menjabat sebagai Presiden RI ke-6.

Namun keinginannya itu belum terwujud di era pemerintahan SBY, meski SBY menjanjikan akan mengabulkan permintaan itu.

Pada akhir Oktober 2015, ketika menjadi pembicara pada acara seminar dan bedah buku di Jakarta, Megawati kembali menyampaikan harapannya akan 1 Juni sebagai Hari Lahir Pancasila yang tak kunjung terlaksana.

“Saya nagih SBY pada tanggal 1 Juni jadikan hari libur nasional, sampai hari ini pun boro-boro,” kata Mega di JCC, Jakarta, (27/10/2015) kala itu.

Sabtu (4/6/2016) tepatnya di Jakarta convention Center (JCC) Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri didampingi putrinya yang juga Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani saat acara Bung Karno dalam Seni dan Budaya yang diselenggarakan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dimana acara tersebut digelar untuk memperingati Hari Lahir Pancasila dan Bulan Bung Karno.

Megawati Kembali membahas rencana penetapan hari lahir Pancasila agar di peringati dan di jadikan hari libur Nasional dan tanggalnya tetap di tanggal 1 Juni tepat di hari Soekarno. (Iys/bb)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed