oleh

Bank Salah Transfer Dana, Penerima Terancam Penjara 5 Tahun dan Denda Rp 5 M; Jika Tidak Dikembalikan!

BATAMBicara | Kejadian yang menimpa seorang nasabah sebuah Bank pada Agustus tahun 2020 lalu, dapat kita ambil pelajaran, tentang Bank salah mentransfer dana kepada salah seorang nasabah. Ardi, seorang nasabah Bank dilaporkan ke polisi karena dianggap sengaja menggunakan uang yang diketahui salah transfer oleh pihak Bank tersebut.

Kasus salah transfer dana beberapa waktu lalu menimpa PT Bank Central Asia atau BCA di Surabaya.

Pihak Bank BCA juga sebelumnya telah mengakui terjadi salah transfer dan meminta Ardi untuk mengembalikan dana itu.

Karena uang sudah dipakai, Ardi meminta pengembalian dana tersebut dilakukan dengan cara mengangsur. Namun, permintaan tersebut ditolak oleh BCA. Dan kasus itu pun telah disidangkan dan masuk tahap eksepsi.

Walhasil nasabah Ardi dihukum bui karena menggunakan dana Rp 51 juta yang masuk ke rekening BCA-nya pada 17 Maret 2020. Dia menggunakan dana tersebut untuk berbelanja dan membayar utang-utangnya. Ardi mengira uang yang masuk ke rekening miliknya adalah hasil komisi penjualan mobil.

Melihat kejadian salah transfer dana tersebut, pakar hukum dari Universitas Indonesia, Aad Arsyad, mengatakan Indonesia memiliki ketentuan yang mengatur mekanisme salah transfer dana melalui perbankan.

Aturan itu tertuang dalam Undang-undang Nomor 3 Tahun 2011 tentang Transfer Dana.

Aad menyebut pasal di dalamnya turut mengatur kewajiban penerima dana transfer untuk mengembalikan uang.

“Ada di Pasal 85 undang-undang transfer dana. Itu jelas menyebutkan setiap orang yang dengan sengaja menguasai dan mengakui sebagai miliknya dana  hasil transfer yang diketahui atau patut diduga diketahui bukan haknya (bisa terancam) pidana,” ujar Aad saat dihubungi Tempo pada 20 Februari lalu.

Berdasarkan ketentuan itu, penerima dana yang menggunakan uang salah transfer bisa terancam pidana penjara paling lama 5 tahun atau denda paling banyak Rp 5 miliar.

Selain UU Nomor 3 Tahun 2011, penerima dapat didakwa melakukan penggelapan dana seperti yang tertuang dalam Pasal 372 KUHP jika tidak melakukan pengembalian. (**)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed