BATAMBicara

‘Tangkap’ Bagi Penghina Presiden dan Pejabat Pemerintah, ICJR: Aparat Melawan Konstitusi

Batambicara.id (9/4/2020) | Tanjungpinang – ‘Jempolmu adalah harimaumu’ mungkin dizaman sekarang itulah peribahasa yang melekat saat era digitalisasi yang merebak kini.

Semenjak Kapolri mengeluarkan telegram pertama bernomor ST/1098/IV/HUK.7.1/2020, yang diteken Kabareskrim Polri, Komjen Listyo Sigit Prabowo. Isinya, antara lain agar patroli siber digeber selama masa penanganan Covid-19.

Setiap postingan yang wara-wiri di ruang siber akan dimonitor. Warganet yang kedapatan menyebarkan berita bohong atau hoaks diancam sanksi pidana. Begitupula jika menghina Presiden atau Pejabat Pemerintah.

“Bentuk pelanggaran atau kejahatan serta masalah yang mungkin terjadi dalam perkembangan situasi serta opini di ruang siber: penghinaan kepada penguasa/Presiden dan pejabat pemerintah sebagaimana dimaksud Pasal 207 KUHP,” bunyi surat telegram tersebut.

Bersamaan terbit telegram polri, sudah ada yang terjaring tim siber Polda Kepri, yakni WP (29) dengan perihal komentar. Pelaku mengomentari status Facebook Agus Ramdah alias Abd Karim, yang berisikan meme atau gambar yang diduga menghina Presiden Republik Indonesia sehingga menimbulkan provokasi. Pria tersebut berhasil di ciduk oleh Polisi, Rabu (08/04) kemarin.

Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhardt S., S.IK., M.Si., memaparkan, pelaku bertujuan untuk menyindir kinerja presiden dengan meme karena ketidaksukaannya terhadap presiden saat ini.

“Maksud dan tujuan pelaku adalah untuk membuat lelucon dengan menyindir kinerja Presiden Republik Indonesia, dan pelaku juga mengatakan bahwa ada ketidaksukaan terhadap Presiden Republik Indonesia,” jelasnya kepada media.

Lanjut Harry, pelaku berhasil diamankan setelah pihaknya menelusuri jejak digital milik WP.

“Kami berhasil menagamankan pelaku WP yang merupakan pekerja Buruh Harian Lepas dan beralamat di Kelurahan Kampung Bugis Kecamatan Tanjungpinang Kota, Kota Tanjungpinang dari penelusuran jejak digitalnya,” ungkapnya.

Dari tangan WP Polisi mengamankan Barang bukti berupa satu unit Handphone merk Samsung, satu buah Sim Card Axis, satu buah sim Card telkomsel, satu buah Micro SD, KTP atas nama pelaku, dan tiga lembar Print Out Postingan di akun facebook.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 45a ayat (2) jo pasal 28 ayat (2) Undang – Undang Repubik Indonesia nomor 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik sebagaimana yang telah diubah dengan Undang – Undang Republik Indonesia nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas Undang – Undang Republik Indonesia nomor 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik dan/atau pasal 208 ayat (1) K.U.H.Pidana dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp. 1.000.000.000,00.

Redaksi Batam Bicara

Komentari Berita

Most popular

Most discussed