oleh

Teroris Brenton Tarrant Di Tangkap Dan Langsung Di Sidang

Batambicara.id (17/3/2019) | Selandia Baru – Pria asal Australia, Brenton Tarrant mendapat kecaman dari berbagai pihak, usai aksi dirinya yang menembaki Jamaah di dua Masjid di Christchurch Selandia Baru.

Pria yang memiliki nama lengkap Brenton Harris Tarrant (28) menembaki Jamaah di dua Masjid, sambil menyiarkannya di siaran langsung Facebook. Seperti berita yang dilansir di www.batambicara.id Jumat (15/3/2019).

Baca : biadab-teroris-brenton-tarrant-membantai-jamaah-shalat-jumat-di-siarkan-live

Kecaman yang didapat oleh Brenton, bahkan juga dilontarkan oleh Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern dan Perdana Menteri Australia Scott Morisson.

Mereka sepakat bahwa hal mengerikan tersebut menjadi aksi teror yang paling brutal di benua Australia.

Mengutip The New Zealand Herald, Sabtu (16/3/2019) usai dibekuk oleh pihak berwajib Selandia Baru, hari ini ia langsung dibawa ke pengadilan untuk menjalani sidang.

Pengacaranya yang ditunjuk pengadilan tidak mengajukan permohonan untuk jaminan terhadap kliennya itu. Tarrant memasang simbol “oke” terbalik atau simbol yang digunakan oleh kelompok-kelompok kekuatan putih di seluruh dunia.

Brenton memberikan kode di tangan saat mau di sidang

Brenton dikawal menuju ruang sidang dengan penjagaan super ketat dari aparat keamanan Selandia Baru.

Tarrant pada persidangannya tampak mengenakan pakaian penjara putih dan sesekali terlihat bingung.

Tarrant yang diborgol tanpa mengenakan alas kaki, tampak tersenyum ketika dia muncul di pengadilan.

Masyarakat sekitar datang berbondong-bondong ke Pengadilan Distrik Christchurch.

Ketika melewati kerumunan, warga sekitar meneriakkan hujatan yang ditujukan kepada Brenton.

“Apa yang terjadi di sini,” katanya kepada wartawan. Pria lainnya berteriak kepada Tarrant, “membusuklah kau di neraka!”.

Bahkan ada seorang warga Christchurch membawa pisau dan hendak masuk ke ruang sidang.

Hakim Paul Kellar mengizinkan awak media mengambil foto tersangka, tetapi menginstruksikan untuk mengaburkan wajah Tarrant. Alasannya, hal itu untuk menjaga hak-hak atas persidangan yang adil.

Dua tersangka lainnya masih ditahan aparat. Saat ini, kepolisian masih menyelidiki peran terduga pelaku terorisme lainnya. Tak satu pun dari terduga pelaku aksi terorisme itu yang memiliki riwayat kriminal atau dalam daftar pantauan di Selandia Baru atau Australia. **

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed