oleh

Robertus Robert, Terancam 6 Tahun Penjara

Batambicara.id (8/3/2019). Jakarta, Tim pendamping hukum aktivis Robertus Robert, Nurkholis Hidayat, mengatakan polisi menjerat kliennya dengan Pasal 28 ayat 2 juncto Pasal 45a ayat 2 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) juncto Pasal 207 Kitab Undang-undang Hukum Pidana.

“Ancamannya enam tahun penjara,” kata Nurkholis di sela pemeriksaan Robet di Gedung Bareskrim Mabes Polri, Kamis dini hari, 7 Maret 2019.

Ia menuturkan Robet ditetapkan menjadi tersangka karena orasinya pada saat aksi Kamisan pada Kamis pekan lalu. Orasinya tersebut disangkakan mengandung ujaran kebencian.

Video orasi Robet di Aksi Kamisan pekan lalu menuai kontroversi dan kritik di media sosial. Dalam video itu, Robet dituding telah mengkritik dan menghina TNI. Aksi Kamisan adalah unjuk rasa menyuarakan penegakan hukum dan hak asasi manusia yang berlangsung setiap pekan di depan Istana Negara.

https://www.batambicara.id/newsreader/2019/03/07/nasional/bb-1190/mars-abri-dipeleset-robertus-robert-diciduk-polri/

Menurut Nurkholis, sebanyak 10 penasihat hukum mendampingi pemeriksaan aktivis Robet di lantai 14 gedung Bareskrim Mabes Polri. Mereka mendampingi pemeriksaan Robet secara bergantian di ruangan penyidik.

Pantauan Tempo hingga pukul 05.30, Robertus Robert, masih diperiksa penyidik Bareskrim. Pemeriksaan Robet sempat jeda istirahat pada pukul 03.30, dan dilanjutkan kembali pada pukul 04.00. Robet yang mengenakan jaket hitam, kaus hitam dan celana jeans tampak santai selama menjalani pemeriksaan.

Sumber : Tempo

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed