EkonomiOrganisasi

Pembinaan dan Pemberdayaan Ekonomi Kreatif Berbasis Masjid Sukses di Batu Aji Kota Batam

BATAMBicara | Masjid At Taubah, Puskopkar Batu Aji, Kota Batam yang selaku tuan rumah telah sukses melaksanakan kegiatan soft lounching program pembinaan dan pemperdayaan ekonomi berbasis Masjid untuk para pelaku usaha Mikro dan kecil. Senin (8/11/2021).

Program ini terlaksana atas kerjasama Forsil PKM (Forum Silaturahim Penggerak Kemakmuran Masjid) bersama ACT dan Akademi Melayu Dermawan, dimana masing-masing lembaga ini mempunyai program yang sama dan saling melengkapi.

Forsil PKM dengan program S3 (Sabtu Subuh Silaturahim) dan AMM (Akademi Manajemen Masjid) memiliki jaringan ke Masjid-masjid yang ada di Kota Batam. Sedangkan Akademi Melayu Dermawan mempunyai program mentoring dan pendampingan wira usaha kepada pelaku UMKM. ACT sendiri mempunyai program waqaf modal usaha mikro serta OPM (Operasi Pangan Murah) sehingga tercetus lah sebuah program pembinaan dan pemberdayaan ekonomi UMKM berbasis Masjid.

Masjid At Taubah kali ini mengambil peran sebagai tuan rumah dan siap menjadi pilot project kegiatan ini. Ketua DKM At Taubah H Ayub menyambut kegiatan ini dengan semangat. Menurutnya kegiatan ini juga merupakan program bersama.

“Kegiatan ini adalah merupakan program kita, dengan adanya program dari Forsil PKM, AMD, ACT ini kami makin semangat karena jika kita berkolaborasi maka akan berdampak positif lebih luas lagi,” ungkap pria yang bertutur kata lembut ini.

Ketua DKM Masjid At Taubah, H Ayub

Lounching Program ini dibuka dan di resmikan oleh Ketua Dewan Syuro Forsil PKM, Dato’ Hardi Selamat Hood. Dalam sambutannya, beliau mengatakan, “bahwa sudah saatnya kegiatan ekonomi berbasis masjid kita galak kan. Harapan kita kegiatan ini berhasil dan bisa di aplikasikan di Masjid-masjid lainnya”, imbuhnya.

Ketua Dewan Syuro Forsil PKM, Dato’ Hardi Selamat Hood

Ketua Forsil PKM, Ustadz Tahir Abu (UTA) juga menghadiri acara ini. Saat di wawancarai, UTA sangat mengapresiasi kegiatan lounching program tersebut.

Sesungguhnya masjid itu bukan hanya sekedar untuk menunaikan shalat lima waktu. Masjid itu harus menjadi sesuatu yang lebih, baik itu kegiatan ekonomi, sosial dan lain-lain terkait ke ummatan, dan harusnya menjadi program prioritas juga,” pungkasnya.

ACT Batam yang di komandoi Rahmat memaparkan program-program ACT yang akan di laksanakan secara berkelanjutan, seperti pemberiaan pinjaman bergulir untuk usaha mikro, dimana pinjaman ini sifatnya bergulir dan tanpa bunga, program OPM, dimana ACT akan membuka bazar paket sembako dengan nilai 100 ribu di jual 50 ribu, yang rencananya minimal satu kali seminggu. Akan diadakan di lokasi Masjid At Taubah.

“Dan banyak program-program lainnya nanti akan kita adakan untuk mendukung program ini. Harapan kami ini bisa membantu warga sekitar khususnya para pelaku UMKM,” ungkap Rahmat.

ACT Batam, Rahmat

Begitu juga dengan Melayu Dermawan. Pemaparan program di sampaikan oleh Ilyas selaku founder Melayu dermawan, program mentoring dan pendampingan wira usaha dari hulu ke hilir. Ini menjadi program andalan Akademi Melayu Dermawan dalam berkolaborasi bersama ACT, Forsil PKM dan At Taubah sendiri.

Founder AMD, Ilyas

Selesai acara soft lounching kegiatan dilanjutkan dengan program OPM (Operasi Pangan Murah) ACT menyiapkan 100 paket pangan murah. Antusias warga setempat sangat besar sehingga kurang dari 1 jam semua paket sembako habis.

Di lounching ini ketua DKM Masjid At Taubah bersama ACT menyerahkan bantuan modal usaha mikro secara simbolis. Dimana nanti tim AMD akan survey calon penerima manfaat dan setelah itu ACT akan menyerahkan secara cash (kontan). (iys)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button