Hadirnya Komunitas Lumbung Turki di Eropa, Peluang Ekspor Produk UMKM Terbuka Lebar

BATAMBicara | Berdirinya sebuah komunitas pelaku usaha mikro di Eropa, yakni Komunitas Lumbung Turki (KLT), kini bagi pelaku UMKM di tanah air dapat memasarkan produknya di Turki. Jumat (24/9/2021) silam.
KLT yang berdiri di negara “santri Eropa” itu, akan memasarkan produk kerajinan tangan dan produk UMKM Indonesia hasil karya produsen lokal di kancah Internasional, khususnya Turki. Lumbung Turki itu hadir dengan misi yakni pemasaran produk lokal ke luar.
Komunitas binaan HANIDA Foundation itu terbentuk di bawah naungan Lumbung Indonesia. Dengan support dari berbagai mitra Lumbung Indonesia dan pegiat UMKM Indonesia, berbagai produk UMKM yang telah tersertifikasi dan siap ekspor akan dikenalkan dan dipasarkan melalui komunitas Lumbung Turki ini. Peresmian dilakukan di Konsulat Jenderal Republik Indonesia Istanbul.
Hadir secara offline Konjen RI Istanbul Imam As’ari; Ketua Koperasi Hanida Indonesia Bersinar Ibu Cut Emma Mutiara; Sekjen Koperasi Hanida Indonesia Bersinar Ady Suriadi; Ketua Lumbung Jawa Barat Lina Marlina Ruzhan; Ketua Lumbung Turki Ahmad Yudhistira.

Tampak pula Ketua Perhimpunan Pelajar Indonesia Turki Hilda Farida, serta beberapa pengurus HANIDA Foundation, Lumbung Indonesia, Koperasi Hanida Indonesia Bersinar, dan perwakilan Warga Negara Indonesia di Turki. Peresmian dan forum diskusi ini dilaksanakan secara hybrid dengan memperhatikan protokol kesehatan secara ketat.
Tidak kalah menarik, peresmian ini juga dihadiri secara online oleh para WNI dari manca negara. Sambutan dari Sri Suparni Bahlil (Founder Hanida Foundation & Dewan Pembina Lumbung Indonesia), Musyarafah Machmud (Ketua Yayasan Hanida), Mardani H. Maming (Ketum BPP HIPMI ), serta Liena Mulyadi (Ketua Lumbung Indonesia).
“Perlu diketahui bahwa Turki merupakan salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi tercepat setelah Cina. Kondisi ini perlu dimanfaatkan oleh Indonesia khususnya untuk perkembangan UMKM Indonesia dalam perdagangan dunia,” ucap Konjen RI dalam sambutannya.
Dalam paparannya, Hilda, ketua Perhimpunan Pelajar Indonesia Turki, juga menyampaikan beberapa poin penting terkait peluang ekspor impor produk UMKM yang ada antara Indonesia dan Turki.
“Menurut hasil riset, salah satu pengeluaran terbesar yang dikeluarkan oleh orang Turki adalah untuk pembelian hadiah, aksesoris, hal-hal yang berkaitan dengan budaya, dan wisata. Ini merupakan potensi yang sangat besar melihat berbagai produk UMKM mitra Lumbung Indonesia tidak hanya produk kuliner. Tapi juga produk-produk kreatif seperti accesories dan kerajinan tangan yang layak untuk dipasarkan,” papar Hilda.
Konjen RI Istanbul Imam As’ari juga menyampaikan, bahwa Lumbung Indonesia ingin ‘naik kelas’ dan ‘go global’.
“Target kita tidak bisa hanya WNI dan pelajar Indonesia di Turki. Tapi juga 80 juta lebih penduduk Turki. Untuk itu, Lumbung Indonesia harus menyiapkan dan membina para pelaku UMKM Indonesia untuk menaikkan kualitas dan kuantitas produknya,” ucapnya.
“Target kita harus naik, seperti mensupplai produk produk handycraft interior yang layak jual untuk sektor perhotelan dan turis di Turki. Kita punya banyak potensi untuk supplai produk-produk unik dan kreatif seperti kerajinan kerang dari Cirebon, dan berbagai produk UMKM lainnya,” tambahnya.
Acara peresmian ini dilanjutkan dengan display produk-produk UMKM. Seperti produk makanan, accessories, dan kerajinan tangan yang dibawa dari Indonesia untuk didisplay di KJRI Istanbul dan kantor Lumbung Turki.
KJRI Istanbul menyampaikan dukungan penuh atas masuknya produk UMKM Indonesia di Turki. Hal ini tentu saja disambut baik juga oleh seluruh pihak terkhusus berbagai pegiat UMKM di Indonesia. Juga Komunitas Lumbung Turki. (**)
TIMESIndonesia