oleh

Harga CPO Dekati Level Tertinggi, Capai 6 persen Lebih Dalam 10 Tahun

BATAMBicara | Harga minyak sawit mentah (crude palm oil/ CPO) melesat di pekan ini dan mendekati level tertinggi 10 tahun yang dicapai pada bulan lalu.

Perekonomian global yang diramal membaik di tahun ini serta kenaikan harga minyak mentah serta minyak kedelai membuat harga minyak nabati ini kembali menanjak.

Melansir data Refinitiv, sepanjang pekan ini CPO melesat 6,25% ke 3.742 ringgit per ton di bursa derivatif Malaysia. Sementara level tertinggi 10 tahun 3.888 ringgit per ton dicapai pada 6 Januari lalu.

©Refinitiv

Vaksinasi yang mulai dilakukan diberbagai negara membuat prospek pertumbuhan ekonomi global membaik di tahun ini. Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/ IMF) dalam laporan terbarunya yang bertajuk World Economic Outlook pada akhir Januari lalu menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi global untuk tahun 2021 dan 2022.

Produk domestik bruto (PDB) global di tahun ini diprediksi tumbuh 5%, naik 0,3 poin persentase dibandingkan dengan proyeksi IMF pada Oktober tahun lalu. Baik negara berkembang maupun negara maju keduanya diramal bakal memiliki pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya.

Untuk kasus negara maju, pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) diramal berada di angka 4,3% naik 0,4 poin persentase dibanding proyeksi Oktober 2020. Untuk periode yang sama pertumbuhan ekonomi negara berkembang direvisi naik 0,3 poin persentase menjadi 6,3%.

Membaiknya proyeksi pertumbuhan ekonomi global membuat harga minyak mentah menguat lebih dari 5% di pekan ini. CPO merupakan bahan baku pembuatan biodiesel, artinya bisa menjadi substitusi minyak mentah. Sehingga ketika harga minyak mentah naik, maka harga CPO juga ikut terkerek.

Selain itu harga minyak kedelai, yang merupakan kompetitor CPO juga menguat di pekan ini. Sebabnya lembaga konsultasi agrikultur AgRural yang melaporkan panen kedelai di Brasil mencapai level terendah hampir dalam satu dekade terakhir.

Reuters juga melaporkan bahwa selama ini pelaku pasar juga mengkhawatirkan ketatnya pasokan minyak kedelai di AS. Sementara itu produksi kelapa sawit di Indonesia dan Malaysia pun terkendala cuaca ekstrem seperti hujan lebat dan banjir sehingga berakibat pada gangguan dalam rantai pasok industri sawit. Alhasil, harga CPO pun kembali melesat di pekan ini. (**)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed