oleh

Hadapi “New Normal” 90 persen Karyawan PHK Berharap Kerja Kembali, Bisnis Cemilan Tiarap

BATAMBicara | Batam – Pandemi saat ini sudah banyak merumahkan karyawan, bahkan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) besar-besaran pun belakangan ini telah berlaku di Kota Batam.

Kepala Dinas Tenaga Kerja (Kadisnaker) Kota Batam, Rudi Syakyakirti mengatakan, para pekerja yang di PHK tersebut tersebar di 16 perusahaan. Dari data yang masuk ke kami, pekerja yang di-PHK terus bertambah.

Jika sebelumnya 598 orang, saat ini sudah mencapau 739 orang,” ujarnya, beberapa waktu lalu.

Saat Batambicara.id melihat langsung disebuah perusahaan dibilangan kawasan industri Batam Center nampak hanya beberapa pekerja yang sedang menjalankan sebuah produk industri dibidang manufaktur.

Manager Riko mengatakan, “sudah tiga bulan ini kami merumahkan karyawan hampir 90 persen, dan yang hanya bekerja beberapa orang saja.

Musim sekarang (pandemi) kita semua tau lah, jangankan kita perusahaan kecil, perusahaan yang besar-besar saja sudah banyak mem-PHK karyawan ya,” kata Riko siang ini dikantornya. Selasa (9/8).

Menurut Riko perusahaan yang dikelolanya ini juga mengikuti arahan dari sebuah perusahaan yang berada di kawasan Panbil Mukakuning.

“Jika mereka saja mengurangi karyawannya, apalagi kita. Karena hasil produksi kita menyuplai hampir 70 persen komponen di perusahaan itu,” lanjutnya.

Riko berharap jika Batam sudah “New Normal” usahanya juga bisa normal kembali, karena ia juga prihatin kepada puluhan karyawannya yang dirumahkan tanpa diberikan gaji tersebut.

Bisnis Cemilan Tiarap

Hal senada juga diutarakan Ahmad, pengusaha cemilan ini yang biasa (sebelum pandemi) saban hari menyuplai makanan ringan di kantin sebuah perusahaan di kawasan Panbil Mukakuning.

“Hampir sebulan pandemi merebak di Kota Batam (beberapa bulan lalu), kami sudah mendapat imbauan baik surat dan lisan, untuk sementara pasokan makanan ringan ke kantin diberhentikan sampai batas waktu yang belum ditentukan,” kata Ahmad kepada Batambicara.id.

Ahmad salah satu rekanan kuliner disebuah perusahaan asing di kawasan Panbil Mukakuning. Sebelum pandemi ia setiap hari memasok puluhan bahkan ratusan roti ke perusahaan itu.

“Semoga pandemi ini cepat berlalu dan kehidupan di Batam kembali normal, selain berdagang yang menggunakan sistem, kita juga bisa mengantarkan putra-putri kita kesekolah. Terutama tahun ajaran baru ini, saya mau mengantarkan putra saya sekolah keluar Batam,” jelas Ahmad. (saut_bb)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed