oleh

Bintan Alumina Indonesia Buka Loker, Butuh 20.000 Pekerja Baru

BATAMBicara | Bintan, Kepulauan Riau – Bagi Anda yang saat ini sedang mencari loker (lowongan kerja) di media elektronik maupun surat kabar, kini Perusahaan Bintan Alumina Indonesia (BAI) yang berada di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Galang Batang, Kabupaten Bintan sedang membutuhkan tenaga kerja hingga mencapai 20.000 orang.

Hal itu dilakukan perusahaan yang bergerak dibidang konstruksi pembangunan refinery aluminium itu untuk mendorong kegiatan produksi mereka, yang mana perusahaan yang dimodali tiga pengusaha (China, Indonesia dan Malaysia) tersebut akan mengejar smelter (pemurnian batu bauksit) aluminium 1 juta ton/tahun dan power plant 18 x 150 MW secara bertahap dan ditargetkan akan dimulai pada 2022 mendatang.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Bintan, Indra Hidayat mengatakan, penambahan jumlah pekerja ini dimungkinkan karena tenaga kerja saat ini baru mencapai 2.000 orang.

Ini peluang yang harus ditangkap masyarakat Bintan,” ujarnya dikutip dari Antara, Ahad (7/6/2020).

Pemkab Bintan dan PT BAI telah menandatangani nota kesepahaman terkait penyediaan tenaga kerja dengan harapan lapangan kerja itu diutamakan berasal dari warga setempat.

“Kami berharap masyarakat Bintan mempersiapkan diri, dengan meningkatkan kemampuan agar dapat bekerja di perusahaan itu,” ujarnya.

Bupati Bintan, Apri Sujadi telah meminta pihak perusahaan menyampaikan kebutuhan tenaga kerja yang masih lowong, agar masyarakat yang memiliki keahlian dapat segera melamar kerja.

Apa saja keahlian yang dibutuhkan, dan berapa jumlahnya, dapat disampaikan kepada kami. Kami akan mendorong masyarakat yang memiliki keahlian itu segera melamar di perusahaan tersebut,” katanya.

PT BAI saat ini masih fokus membangun berbagai infrastruktur untuk pembangunan smelter dan PLTU. Perusahaan itu sudah berinvestasi sebesar Rp9 triliun.

Direktur Utama PT BAI Santoni, di Bintan, mengatakan aktivitas perusahaan tetap dilaksanakan pada masa pandemi ini, namun kegiatan terhambat akibat kekurangan tenaga ahli.

Total nilai investasi diperkirakan mencapai Rp17 triliun. “Sejak awal, pada prinsipnya kami mengutamakan tenaga kerja lokal yang memiliki keahlian sesuai kebutuhan perusahaan,” kata Santoni. (**)

Editor: saut/bb

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed