BATAMBicara

Menko Polhukam Wiranto ‘Lumpuhkan’ Medsos, Kalangan Pekerja dan Bisnis Online Menjerit

Batambicara.id (23/5/2019) | Pemerintah melalui Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto mengatakan, “layanan media sosial (medsos) akan dinonaktifkan untuk sementara. Tindakan itu diambil pemerintah untuk menghindari penyebaran berita bohong atau hoax”

“Jangan sampai kita diadu domba sehingga persahabatan, persaudaraan kita di bulan puasa ini berpengaruh,” kata Wiranto dalam konferensi pers di kantornya, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Rabu (22/5/2019).

Baca Juga : 6 Orang Meninggal Dunia, 200 Luka-luka Dalam Menuntut Keadilan Pemilu 2019

Seperti yang terjadi di pasar Tanah Abang Jakarta Pusat, menurut data dari salah satu tv nasional, pusat grosir terbesar di Jakarta itu mengalami kerugian 200 milyar lebih.

Penonaktifan medsos ini juga berimbas pada pekerja Batam. Seperti yang terjadi kepada Bapak Oyon, pekerja shipyard (galangan kapal), sangat kecewa dengan tidak bisa diaktifkan aplikasi whatsapp ini. Karena daftar kehadirannya selain memakai fingerprint, juga didukung melalui aplikasi whatsapp.

Saat menuturkan kepada batambicara.id, “kalau masalah bangsa yang terjadi saat ini, kita turut juga prihatin dan kita berharap akan baik-saja. Pemerintah akan bisa segera mengatasinya. Tapi kalau sudah masalah media sosial, seperti facebook, instagram, whatsapp dan yang menggunakan jaringan internet diblokir, ini sangat mengecewakan bagi kami pekerja galangan kapal.”

“Karena selain daftar kehadiran, kwalitas pekerjaan dan lama jam bekerja dalam sehari sudah ada dalam aplikasi whatsapp tersebut. Nah, kalau diblokir dari sana, kita tidak tau pekerjaan tadi (pagi sampai sore hari, red) masuk database perusahaan apa tidak? Seperti kelebihan jam kerja tadi, dihitung overtime (lembur) apa tidak, karena saya juga tidak bisa membuka aplikasi tersebut. Tutup Oyon saat bicara usai sholat teraweh masjid di Almuhajirin Batam Kota, Kota Batam.

Hal senada juga diungkap oleh ibu Vonny, pedagang online dan offline jenis kuliner. Karena ditutupnya sementara layanan berbasis internet oleh pemerintah, Ibu satu anak ini tidak bisa melayani pesanan pelanggannya melalui whatsapp, messengger dan instagram.

“Memang saya hanya melayani Batam saja, maklum baru awal mulai kembangkan bisnis ini, tapi ada juga pesanan diluar Batam, seperti TBK (Tanjung Balai Karimun) dan Kijang-Bintan. Karena produk kita ini tidak bisa melebihi 3 hari, bisa melebihi tapi sudah hilang citarasanya. Lagipula Kepri ini bisa di tempuh dalam waktu beberapa jam”. Pungkas ibu pengusaha donat kentang ini kepada batambicara.id.

“Dengan tidak aktifnya beberapa layanan medsos ini juga berdampak pada pesanan saya, mereka biasa memakai layanan itu, video dan pesan melalui whatsapp, juga IG. Seharusnya bisa pesan banyak, tapi karena hanya layanan ini masih belum normal, jadinya terhambat”. Tutup pengusaha yang masih pemula ini.

Redaksi Batam Bicara

Komentari Berita

Most popular

Most discussed