oleh

Batam Bakal Miliki Sirkuit MotoGP dan F1, Bangun Lebih Megah dari Sirkuit Mandalika

BATAMBicara | Batam – Ketua Pengurus Pusat (PP) Ikatan Motor Indonesia (IMI), Bambang Soesatyo, didampingi Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, dan Kepala BP Batam, HM Rudi, meninjau langsung lokasi rencana pembangunan sirkuit multipurpose di Batam, Jumat (4/6).

Sirkuit bertaraf internasional bisa digunakan untuk menggelar berbagai ajang bergengsi, mulai dari balap mobil sport, MotoGP hingga Formula 1, dan tak akan lama lagi bisa dinikmati masyarakat Indonesia di Provinsi Kepri ini dibangun di areal Dam Nongsa, Batam.

”Peninjauan lokasi ini adalah langkah awal dari rencana membangun sirkuit di Batam,” terang pria yang juga menjabat ketua MPR RI ini.

Saat peninjauan lokasi seluas 154 hektare, Bambang Soesatyo (Bamsoet, panggilan akrabnya) mengatakan, Batam adalah pilihan tepat dari beberapa faktor yang telah dipilih oleh Tim nya, “ada beberapa faktor terpilihnya Batam untuk membangun sirkuit multipurpose ini,” ungkapnya.

Pertama, menurut menurut Bamsoet, “kedekatan Batam dengan Singapura dan Malaysia, selain itu juga sarana pendukung seperti jumlah penginapan yang memadai. Kultur wilayah yang cocok dengan sirkuit, tinggal pendalaman dari tim yang dikirimkan sebelumnya terkait dengan teknis pembangunan sirkuit,” urai Bamsoet.

Selanjutnya, Bamsoet menjelaskan pihaknya tetap akan berkoordinasi dengan Kementerian Kehutanan terkait dengan alih fungsi lahan. ”Tetapi dengan pengertian tidak mengganggu kondisi alam sekitar,” tegasnya.

Dia juga menguraikan, “ada beberapa negara sirkuit dibangun di sekitar kawasan hutan lindung, dan itu (pembangunan sirkuit) tidak merusak ekosistem yang ada,” tambah Bamsoet.

Bamsoet optimis bahwa pembangunan sirkuit multipurpose di Batam yang belum diketahui jumlah anggarannya ini, nantinya bisa lebih megah dibandingkan dengan Sirkuit Internasional Mandalika di Desa Kuta, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Meski demikian, walau belum bisa menjelaskan besaran anggarannya, sebagai perbandingan, kata Bamsoet Sirkuit Mandalika sedikitnya menghabiskan anggaran Rp 1,3 triliun, “yang penting adalah bagaimana mewujudkan sarana penunjang sirkuit tersebut,” ujarnya.

Sarana penunjang ini dikatakan Bamsoet sebagai daya tarik pelaku balap dari luar negeri untuk mau berkunjung ke Batam. ”Diharapkan sirkuit ini nanti tidak hanya menjadi ajang menonton balap, tetapi juga latihan tiap minggu di sirkuit itu nanti,” harap Bamsoet.

Bamsoet menegaskan, pembangunan sirkuit multipurpose ini tidak akan melibatkan keuangan negara. ”Ini dibangun murni dengan anggaran dari pihak swasta. Karena ini melibatkan beberapa investor,” tegasnya. (bp/bb)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed