BATAMBicara

Ada 41 Lokasi Baru Kamera Tilang Elektronik, Dimulai Jakarta dan Beberapa Daerah

BATAMBicara | Jakarta – Dimulai pada hari Selasa (23/3/2021), kemarin, tahap pertama tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) secara nasional resmi diberlakukan di seluruh Indonesia.

Setidaknya ada 244 kamera tilang elektronik baru yang akan terpasang di 12 Polda di Indonesia, yakni Polda Metro Jaya, Polda Banten, Polda Jawa Barat, Polda Jawa Tengah, Polda Daerah Istimewa Yogyakarta, Polda Jawa Timur, Polda Riau, Polda Jambi, Polda Lampung, Polda Sumatera Barat, Polda Sulawesi Utara, dan Polda Sulawesi Selatan.

Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo mengatakan, akan ada 41 titik kamera baru tilang elektronik yang tersebar di Jakarta, Bekasi, dan Depok.

“41 kamera itu berada di jalan protokol, koridor Transjakarta, di jalan tol, Depok, dan di Kabupaten Bekasi,” ujar Sambodo dalam lansiran Kompas. Senin (22/3/2021).

Selain itu yang tak kalah menarik tentang 12 Polda resmi berlakukan tilang elektronik.

Penerapan sitem tilang elektronik nasional berlaku mulai 23 Maret 2021. Direktrorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya semakin meningkatkan sistem tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE).

Bukan hanya pengguna kendaraan roda empat, kendaraan roda dua juga menjadi sasaran tilang elektronik jika melanggar peraturan yang ditetapkan.

“Jika kemarin hanya lima pelanggaran, sekarang menjadi sepuluh pelanggaran yang dapat terdeteksi kamera ETLE,” ujar Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Sambodo Purnomo Yogo, mengutip Kompas. Selasa (23/03/2021).

©Istimewa

Hindari Salah Sasaran Tilang Elektronik, Jangan Lupa Lapor jika Kendaraan Sudah Dijual

Kepolisian semakin gencar meningkatkan tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) akan terus ditingkatkan.

Tilang elektronik disebut lebih efektif sebab petugas tidak perlu melakukan tilang manual. Pelanggar akan diberikan surat bukti pelanggaran yang akan dikirimkan ke rumah.

Namun, penerapan tilang elektronik ini memiliki potensi besar salah sasaran. Selain disebabkan karena adanya pengemudi yang menggunakan pelat nomor palsu, atau karena kendaraan yang sudah berpindah tangan.

Maka dari itu, agar tidak terjadi kekeliruan dalam penilangan, Anda harus melaporkan jika sudah menjual kenderaan Anda. (**)

Redaksi Batam Bicara

Komentari Berita

Most popular

Most discussed